Melatih Anak Berbicara - Anthie Haryadi

Jumat, 26 Maret 2010

Melatih Anak Berbicara

Setiap orangtua pasti ingin mendengar kata-kata pertama yang diucapkan si kecil. Meskipun begitu, Anda tidak harus terburu-buru memintanya untuk menirukan kata-kata Anda. Biarkan ia berbicara pada saatnya, yang harus Anda lakukan adalah memancingnya untuk mau berbicara.

''Bayi usia 4-6 bulan sudah mulai mengeluarkan suara-suara, meskipun belum jelas,'' ujar Mellisa Essenburg, MS, CC, SLP, speech pathologist dari San Diego.


Bayi usia 0-12 bulan memiliki tahap-tahap berbicara hingga ia bisa mengucapkan kata-kata yang memiliki arti. Hal ini dimulai pada usia 0-3 bulan, ketika bayi mengeluarkan suara seperti menangis dan tertawa. Usia 4-6 bulan, bayi akan mengeluarkan suara dua kata yang diulang-ulang seperti dadada, bababa, papapa. Usia 6-9 bulan, bayi akan mengabungkan beberapa kata.

Kemampuannya berbicara akan lebih meningkat di usia 10-12 bulan. Dia akan mulai menirukan kata-kata yang Anda ucapkan namun tidak persis sama. Kemampuannya berbicara akan semakin baik pada usia 10-18 bulan.

Berikut cara menggugah si kecil mau berbicara:
1. Tanggapi ocehannya
Si kecil mengeluarkan suara? Jangan ragu untuk menanggapinya. Anda bisa berpura-pura menanyakan maksud ocehannya sambil tertawa atau tersenyum. Perlihatkan wajah bahagia Anda, kemudian lihat reaksinya.

2. Tunjukkan ekspresi
Ajak ia untuk bercanda sambil berbicara. Contohnya dengan menggelitik, mencium, atau menggenggam tangannya. Bicarakan semua hal yang berhubungan dengan diri Anda atau si kecil. Contohnya, "Wah, adik pintar ya. Minum susunya sampai habis!"

3. Datangi saat menangis
Jangan berdiam diri saat melihat si kecil menangis. Datangi, Tatap matanya, lalu langsung tanyakan, misalnya, "Kenapa menangis, Nak?" Cara ini akan membuat si kecil paham, bahwa ketika ia menangis, ibu akan bertanya padanya. Maka, ia pun harus merespons dengan jawaban.

4. Ajak mengobrol
Ceritakan kegiatan yang sedang atau akan Anda lakukan bersamanya. Saat mengganti popoknya atau akan mengajaknya makan, katakan, misalnya, "Ayo kita ganti popok ya, sayang, udah basah nih". Lalu ceritakan apa yang Anda sedang lakukan bersamanya. Si kecil akan makin terbiasa, dan mengerti saat Anda mengajaknya berbicara.

5. Menyanyi untuknya
Nyanyikan lagu saat Anda menggendongnya, mengajak tidur, atau mandi. Lakukan terus-menerus supaya si kecil terbiasa mendengarnya. Selanjutnya, ia akan mencoba menirukan Anda.

6. Membacakan cerita
Biasakan membacakan cerita sebelum si kecil tertidur. Otaknya akan merespons dan menyimpannya ke dalam memori saat ia tertidur. Pangku si kecil, perlihatkan buku cerita berwarna-warni, dan bacakan cerita. Si kecil akan langsung merespons dengan menunjuk buku yang Anda pegang.

7. Ceritakan kegiatannya
Contohnya saat ia menggenggam makanan, boneka, atau mainan lainnya. Sebutkan apa yang sedang dipegangnya, supaya ia belajar mengenali benda-benda. "Pegang apa itu, Nak? Boneka, ya?". Atau, "Ibu bikin bubur nih, buat adik. Enak, kan?" Lakukan hal yang sama saat ia sedang melakukan aktivitasnya.

8. Terus mengulang
Lakukan terus hal-hal yang melibatkan Anda berdua dalam setiap kesempatan. Saat ia mulai menirukan suara Anda, ulangi juga kata-kata tersebut.



Sumber: www.kompas.com




Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

3 komentar:

  1. artikelnya bagus nih, bun...
    klo dari pas hamil udh diajakin ngobrol dia terbiasa ga ya, bun?

    BalasHapus
  2. bun...artikelnya bagus
    alhamdulillah beberapa langkah diatas udah dilakukan....jd makin semangat nih jadi nya

    kiss buat olel...

    BalasHapus
  3. Hai Bubun Anthie, salam kenal yah. Boleh tukeran link ga? Kalo sempat mampir yah ke keluargazulfadhli.blogspot.com. Thanks :-)

    Salam kenal buat Aurel dari Zahia

    BalasHapus

@templatesyard